menu

Minggu, 26 Maret 2017

CHOSE YOU



CHOOSE YOU
“Aku tahu ya yang kamu jual itu bukan kata-kata manis kamu tapi bibir kamu.sosor sana sosor sini.belum lagi tubuh kamu itu,mau kamu pake baju semahal apapu tetep saja dalemnya kotor,di jamah sana jamah sini.”aku menghela nafas pelan,mencoba tak gentar meski tanganya menunjuk tepat di keningku.
“kamu fikir aku gak tahu bagaimana keluarga kamu,ibu kamu yang Cuma bisa pelacur,meninggal karna melahirkan bayi haram.itu balasan,karena merusak rumah tanggga orang sampai hamil.eh pantesan anaknya gak beda sama ibunya,sama-sama pelacur.”aku tersenyum kecut.perkataannya membuat karyawan lain mulai melihat terang-terangan pada kami.
“mulai sekarang jangan pernah hubungi deon lagi,dia tunanganku.sampai aku tahu kamu masih menghubungi deon lagi,semua dunia akan tahu siapa sebenarnya kamu.pelacur murahan.”tanganya belum turun meski kini dia sudah meninggalkan meja tempatku bekerja.masih tersenyum kecut ku tatap balik semua karyawan yang masih melihatku iba lebih banyak yang jijik,menghela nafas pasrah saat mataku melihat pak gunarda atasanku berdiri di depan ruanganku,sepertinya aku harus segera membuat surat pengunduran diri(lagi).
Namaku rahma,rahma widyanti.ya semua benar.ibuku meninggal,karena pendarahan saat melahirkan adikku YUSI 8 tahun yang lalu.bukan adikku yang haram tapi perbuatan ibu yang haram.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar